Dimulai dari refleksi
diri tentang pengetahuhan yang sudah saya dapatkan pada program guru penggerak
ini, dilanjut dengan komunikasi dan berkolaborasi dengan warga sekolah serta
pemangku kepentingan yang ada di sekolah untuk mewujudkan visi misi “Merdeka
Belajar” untuk para murid. Penting bagi warga sekolah dalam untuk berkolaborasi
dan berkomunikasi untuk menghasilkan inovasi-inovasi baru dalam menyesuaikan
ekosistem yang ada di sekolah.
Langkah-langkah awal
yang bersifat intern managemen sekolah adalah berkomunikasi dan berkolaborasi
dengan rekan sejawat, kepala sekolah, dan para pemangku kepentingan yang ada di
komunitas sekolah. Keputusan yang di dasari keterbukaan komunikasi dalam
menghadapi dilema etik akan mengurangi resiko dalam suatu permasalahan atau
kasus yang ada di lingkungan sekolah, sehingga dapat pembelajaran untuk
kedepannya dalam menghadapi kasus atau permasalahan yang ada.
Langkah-langkah awal yang bersifat intern managemen sekolah akan saya lakukan minggu depan,selanjutnya. Karena sangat penting untuk segera merumuskan point-point penting dalam menciptakan budaya positif dalam hal pengambilan keputusan yang bersifat dilema etik. Teruslah bertanya, teruslah belajar, teruslah bermanfaat.
Sebagai pemimpin
pembelajaran di kelas yang akan saya lakukan adalah mempraktekan kepada para
murid mengenai bagaimana dan apa yang akan saya putuskan dalam pembelajaran di
masa pandemi ini seperti yang kita ketahui disini begitu sulitnya cobaan
kegiatan belajar mengajar pada masa ini serta melakukan sharing kepada rekan
sejawat. Karena pada realitanya banyak orang tua murid yang menginginkan tatap
muka di sekolah maupun di luar sekolah, dilema etik disini yang saya hadapai
adalah dimana saya sebagai guru ingin sekali bertatap muka tetapi ada peraturan
yang sudah jelas disni yang melarang untuk kegiatan tersebut.
Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain untuk bertahan hidup, pun sama dengan rancangan-rancangan praktik baik membutuhkan kolaborasi untuk siapa saja yang bisa terlibat, siapa saja orang yang dapat bekerjasama dengan kita, dan siapa saja orang yang ingin melakukan perubahan kearah yang lebih baik, perubahan kearah budaya positif. Ada Rekan sejawat yang selau bersemangat untuk mengembangkan kompetensinya dan ingin mewujudkan visi misi “Merdeka Belajar” di sekolah. Bantuan dan sharingnya sangat dibutuhkan disini untuk menggerakan komunitas sekolah untuk meninggalkan paradigma budaya lama yang sifatnya tidak baik menjadi “Budaya Positif’.
Andriansyah, S.Pd.







0 comments:
Post a Comment