Friday, April 9, 2021

PROGRAM GURU PENGGERAK || 3.1.a.7. Demontrasi Kontekstual - Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran

 


Dimulai dari refleksi diri tentang pengetahuhan yang sudah saya dapatkan pada program guru penggerak ini, dilanjut dengan komunikasi dan berkolaborasi dengan warga sekolah serta pemangku kepentingan yang ada di sekolah untuk mewujudkan visi misi “Merdeka Belajar” untuk para murid. Penting bagi warga sekolah dalam untuk berkolaborasi dan berkomunikasi untuk menghasilkan inovasi-inovasi baru dalam menyesuaikan ekosistem yang ada di sekolah.  

Langkah-langkah awal yang bersifat intern managemen sekolah adalah berkomunikasi dan berkolaborasi dengan rekan sejawat, kepala sekolah, dan para pemangku kepentingan yang ada di komunitas sekolah. Keputusan yang di dasari keterbukaan komunikasi dalam menghadapi dilema etik akan mengurangi resiko dalam suatu permasalahan atau kasus yang ada di lingkungan sekolah, sehingga dapat pembelajaran untuk kedepannya dalam menghadapi kasus atau permasalahan yang ada.

Langkah-langkah awal yang bersifat intern managemen sekolah akan saya lakukan minggu depan,selanjutnya. Karena sangat penting untuk segera merumuskan point-point penting dalam menciptakan budaya positif dalam hal pengambilan keputusan yang bersifat dilema etik. Teruslah bertanya, teruslah belajar, teruslah bermanfaat.

Sebagai pemimpin pembelajaran di kelas yang akan saya lakukan adalah mempraktekan kepada para murid mengenai bagaimana dan apa yang akan saya putuskan dalam pembelajaran di masa pandemi ini seperti yang kita ketahui disini begitu sulitnya cobaan kegiatan belajar mengajar pada masa ini serta melakukan sharing kepada rekan sejawat. Karena pada realitanya banyak orang tua murid yang menginginkan tatap muka di sekolah maupun di luar sekolah, dilema etik disini yang saya hadapai adalah dimana saya sebagai guru ingin sekali bertatap muka tetapi ada peraturan yang sudah jelas disni yang melarang untuk kegiatan tersebut. 

Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain untuk bertahan hidup, pun sama dengan rancangan-rancangan praktik baik membutuhkan kolaborasi  untuk siapa saja yang bisa terlibat, siapa saja orang yang dapat bekerjasama dengan kita, dan siapa saja orang yang ingin melakukan perubahan kearah yang lebih baik, perubahan kearah budaya positif. Ada Rekan sejawat yang selau bersemangat untuk mengembangkan kompetensinya dan ingin mewujudkan visi misi “Merdeka Belajar” di sekolah. Bantuan dan sharingnya sangat dibutuhkan disini untuk menggerakan komunitas sekolah untuk meninggalkan paradigma budaya lama yang sifatnya tidak baik menjadi “Budaya Positif’.


Andriansyah, S.Pd.

0 comments:

Post a Comment